HUBUNGAN APAKAH YANG TERDAPAT ANTARA EKONOMI DAN ISLAM

20 11 2009

Persoalan Ekonomi Kapitalis
Seperti ditunjukkan dalam pertanyaan yang telah saya paparkan, pemahaman terhadap ekonomi Islam perlu mengidentifikasi masalah ekonomi konvensional (kapitalisme). Teori ini sangat bertentangan sekali dengan berbagai penemuan ilmiah teori ekonomi Islam. Eksplorasi ekonomi dalam Islam mempunyai esensi yang kuat dalam sejarah awal pertumbuhan dan perkembangan Islam. Teori ekonomi Islam sesungguhnya sebuah solusi yang realistis, disamping itu juga telah lahir pada saat kehidupan dan masa Nabi Muhammad saw. 

Harun yahya menyatakan, Istilah kapitalisme berarti kekuasaan ada di tangan kapital, sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan pada keuntungan, di mana masyarakat bersaing dalam batasan-batasan ini. Terdapat tiga unsur penting dalam kapitalisme: pengutamaan kepentingan pribadi (individualisme), persaingan (kompetisi) dan pengerukan kuntungan. Individualisme penting dalam kapitalisme, sebab manusia melihat diri mereka sendiri bukanlah sebagai bagian dari masyarakat, akan tetapi sebagai “individu-individu” yang sendirian dan harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. “Masyarakat kapitalis” adalah arena di mana para individu berkompetisi satu sama lain dalam kondisi yang sangat sengit dan kasar.

Pernyataan tersebut bisa dirasakan, masalah yang mendasar dalam ekonomi kapitalis adalah kebebasan keinginan individualisme yang melampaui batas dan memusatkan perhatian pada materialisme, ketidakadilan, kepuasan atau utilitas yang tak berguna dan ketidaksejahteraan kehidupan ekonomi yang didasarkan pada pengerukan keuntungan.

Kelahiran dan pertumbuhan Islam dan Ekonomi Islam
Islam adalah salah satu dari agama terbesar di dunia yang ditegakkan dan disebarkan oleh Nabi Muhammad saw yang lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia yang merupakan suatu tempat atau daerah yang paling terbelakang dan juga jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Berbagai referensi menggambarkan sosok Nabi Muhammad saw satu-satunya manusia berpengaruh dalam sejarah dunia yang menumbuhkembangkan agama Islam, disamping itu ia juga seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat terpenting yaitu Siddiq (benar, jujur), Amanah (tanggung jawab, kepercayaan, kredibilitas), Fathanah (kecerdasan, kebijaksanaan, intelektual) dan Tabligh (informatif, transparan, pemasaran). Sampai saat ini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Islam memberikan ajaran bahwa Tuhan hanyalah satu, yaitu Allah subhanahu wata’ala (swt). Ketentuan atau aturan main (rule of the game) di mana manusia menjalani dan mengelola   sistem kehidupan (way of life) dalam dimensi akidah, syariah dan akhlak. Islam adalah syariah yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah yaitu hubungan manusia dengan Allah (habluminallah) dan hubungan manusia dengan sesama makhluk ciptaan Allah khususnya manusia (habluminanas).

Aktifitas ekonomi Islam dilahirkan pada zaman Nabi Muhammad saw dan khilafah antara lain perdagangan, pertanian dan industri. Kegiatan ekonomi tersebut memiliki ciri kejujuran, keikhlasan, keadilan atau keseimbangan, kemashlahatan dan kesederhanaan dalam tingkat permulaan. Oleh karena itu, ketika Islam datang, Nabi Muhammad saw membina aturan main moral dan akhlak terhadap organisasi (player) produsen, konsumen dan distributor dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Komitmen players produsen, konsumen dan distributor dalam melakukan aktifitas ekonomi harus mengacu pada Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad, di mana hal tersebut merupakan suatu metodologi ekonomi Islam. Al-Qur’an dan As-Sunnah telah mengatur jalan kehidupan ekonomi dan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran sumber daya ekonomi untuk mencapai falah (kesejahteraan dunia dan akhirat), artinya untuk meraih kesejahteraan akhirat yang baik melalui kesejahteraan dunia yang baik pula. Sesungguhnya Allah telah menyediakan sumber daya-Nya dan mengizinkan manusia untuk memanfaatkannya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nahl (16) ayat 12-13:

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya), Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran”.

 Dengan kata lain sumber kesejahteraan dan kemakmuran dalam ekonomi Islam melahirkan implikasi yang berbeda dengan ekonomi kapitalis, di mana kekuasaan perolehan keuntungan ada di tangan kapital. Ekonomi Islam mengimplikasikan bahwa kesejahteraan dan kemakmuran mengacu pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam, yakni Tauhid (Keimanan), Adl (Keadilan), Nubuwwah (Kenabian), Khilafah (Pemerintahan) dan Ma’ad (Hasil).

Muhammad Baqir as-Sadr mengatakan bahwa ekonomi Islam tidak terjebak untuk memperdebatkan antara normatif dan positif. Ilmu ekonomi Islam memandang bahwa permasalahan ekonomi dapat dikelompokkan dalam dua hal, yaitu ilmu ekonomi (science of economics) dan doktrin ilmu ekonomi (doctrin of economics). Menurutnya, Ekonomi Islam tidak hanya sekedar ilmu namun lebih daripada itu yaitu ekonomi Islam adalah sebuah sistem. Apa yang terkandung dalam ekonomi Islam bertujuan memberikan sebuah solusi hidup yang paling baik, sedangkan ilmu ekonomi hanya akan mengantarkan kepada pemahaman bagaimana kegiatan ekonomi berjalan. Dan perbedaan ekonomi Islami dengan ekonomi konvensional terletak pada filosofi ekonomi, bukan pada ilmu ekonominya. Filosofi ekonomi memberikan ruh pemikiran dengan nilai-nilai islami dan batasan-batasan syariah, sedangkan ilmu ekonomi berisi alat-alat analisis ekonomi yang dapat digunakan.

Munculnya ekonomi Islam sebenarnya sejak Islam itu dilahirkan, bukan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri melainkan terdapat hubungan dari agama yang ditegakkan dan disebarkan oleh Nabi Muhammad saw yaitu agama Islam.



Perubahan Penerimaan Paper Simposium Ekonomi Islam "Strengthening Institutions on Islamic Economic"

5 08 2009

Nomor  : 007/CE/SIMPONAS/VII/2009

Lamp.   : Leaflet, Jadwal dan Formulir Pendaftaran Simposium Nasional Ekonomi Islam IV

Hal       : Pemberitahuan Perubahan Penerimaan Paper Simposium Nasional Ekonomi Islam IV

 

Kepada Yth,

Pimpinan Perguruan Tinggi Di Seluruh Indonesia 

Di Tempat

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rezeki dan karunia-Nya. Sholawat ba'da salam tercurah kepada Nabi Muhammmad SAW sebagai uswah, pemberi peringatan dan petunjuk bagi seluruh umat.

Dalam rangka untuk mengembangkan Ekonomi Islam sebagai suatu keunggulan UII, dengan ini Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (P3EI FE UII) akan menyelenggarakan Simposium Nasional Sistem Ekonomi Islam ke IV yang diselenggarakan 2 tahun sekali dengan peserta dari seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas akademis bertaraf internasional, dengan artikel yang akan diterbitkan dalam proceddings ber ISBN dan jurnal internasional. Adapun SIMPONAS ini akan dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal    : Kamis & Jum'at / 8 & 9 Oktober 2009

Tempat             : Hotel Sahid Yogyakarta

Pukul                : 08.00-16.00 WIB

Oleh karena itu kami mohon bapak/ibu untuk mempublikasikan acara ini di instansi Bpk/Ibu sekaligus partisipasi peserta dari instansi Bpk/Ibu dengan biaya kontribusi sebesar Rp. 500.000,- per peserta. Adapun perubahan pendaftaran peserta dengan batas waktu sebagai berikut:

Peserta paper                : Penerimaan Naskah lengkap terakhir Ahad, 6 September 2009.
Peserta non paper         : Pendaftaran terakhir Senin, 6 Oktober 2009.
 

Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas bantuan dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

 

Yogyakarta, 3 Agustus 2009

Ketua Panitia,

 

Ttd

 

Heri Sudarsono, SE., M. Ec



SIMPOSIUM NASIONAL IV SISTEM EKONOMI ISLAM, Strengthening Institutions on Islamic Economic

14 07 2009

PENDAHULUAN

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia, terutama keuangan/perbankan syariah, mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Meskipun demikian, berbagai kritik terhadap praktik ekonomi Islam semakin mengarah kepada hal yang konstruktif. Berawal dari rendahnya pangsa perbankan/keuangan syariah dibandingkan perbankan/keuangan nasional, kritik berkembang hingga lemahnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi keuangan/perbankan syariah, tingginya tingkat imitasi terhadap produk keuangan konvensional serta lembaga pendukung ekonomi Islam. Lahirnya UU no 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan UU no 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah merupakan suatu tahap monumental yang diharapkan mampu memberikan ruang gerak lebih leluasa pagi pelaku ekonomi untuk mengembangkan ekonomi, terutama keuangan, Islam. Demikian pula, kelahiran UU no 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat dan UU no 41 tahun 2004 tentang Wakaf telah mampu mendorong lahirnya lembaga pengelola zakat dan wakaf secara profesional.

Perjalanan sejarah menunjukkan pentingnya kelengkapan kelembagaan dalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. Bukan saja dalam arti lembaga pelaksana ekonomi, namun juga terkait dengan peraturan perundangan serta institusi pendukung lainnya seperti aspek tradisi dan budaya serta pendidikan masyarakat terhadap ekonomi Islam. Perubahan mindset masyarakat adalah suatu keniscayaan ketika ekonomi Islam diharapkan mampu untuk dijadikan jalan hidup atau mainstream ekonomi.

Mengubah perilaku masyarakat menuju ekonomi Islam adalah target utama dalam pengembangan system kelembagaan, baik individual, perusahaan, mekanisme pasar maupun pemerintahan ataupun norma sosial. Simposium Nasional Ekonomi Islam ke-IV diprioritaskan untuk menggali konsep dan aplikasi ekonomi Islam dari perspektif kelembagaan. 

Fokus
Tema Simposium:

  1. Metodologi Ekonomi Islam; Neo Klasik dan Institutional School
  2. Struktur Kelembagaan bisnis dan Keuangan Islam
  3. Struktur kelembagaan perekonomian umat Islam
  4. Kinerja ekonomi dan reformasi institusional (institusi bisnis/sosial)
  5. Institusi ekonomi, pengangguran dan distribusi pendapatan
  6. Institusi Pendidikan Ekonomi Islam
  7. Penguatan Institusi pengawasan syari'ah Islam dalam bisnis
  8. Evaluasi dan pengembangan kelembagaan peradilan ekonomi dan bisnis syari'ah

Tema Seminar dan Simposium yang relevan:

  1. New Institutional Economics sbg kerangka pengembangan ekonomi Islam
  2. Teori Keagenan dan Aplikasinya dalam ekonomi dan keuangan Islam
  3. Problem pemerintah dan kelembagaan ekonomi di Negara Muslim
  4. Efektivitas sistem hukum dan dampaknya dalam pembangunan ekonomi
  5. Koperasi dan Badan Usaha menurut perspektif Islam
  6. Peran norma dan pemerintah dalam ekonomi Islam
  7. Pengembangan lingkungan perusahaan Islami
  8. Standar akuntansi syari'ah, problem dan tantangan kelembagaan
  9. Peran Institusi dalam fiqh ekonomi dan keuangan

 Setelah melalui seleksi dan review, paper akan diklasifikasikan menjadi tiga:

Paper kualifikasi A:

Paper berhak untuk dipresentasikan dalam Simposium dan diterbitkan dalam Proceeding
Setelah melalui proses editing berhak diterbitkan dalam Journal of  Islamic Economics, IQTISAD; Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, AMWALUNA dan JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN         

Paper kualifikasi B:

 Paper berhak untuk dipresentasikan dalam Simposium dan diterbitkan dalam Proceeding

Paper kualifikasi C:

Paper diterbitkan dalam Proceeding namun tidak berhak untuk dipresentasikan dalam Simposium.T

Tanggal Penting

  1. Penerimaan Naskah lengkap     : Terakhir Ahad, 6 September 2009
  2. Pengumuman Naskah               : Rabu, 16 September 2009
  3. Kategori Naskah                       : Jum'at, 2 Oktober 2009
  4. Simposium                               : Kamis-Jumat, 8-9 Oktober

Narasumber

Acara Simponas ini akan menghadirkan pembicara:

  1. Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro (Direktur IRTI-IDB)
  2. Dr. Mustofa Edwin Nasution (Ketua Umum IAEI)
  3. A. Riawan Amin, M.Sc (Direktur BMI)
  4. Dahlan Siamat, SE., MM (Direktur Kebijakan Pembiayaan Syari'ah)

Fasilitas Peserta

  1. Mengikuti Seminar
  2. Simposium Kit (Tas, Paper Proceeding dalam CD, Block-note dan Ballpoint, Cocard dan foto bersama)
  3. Sertifikat seminar dan simposium
  4. Lunch dan Coffee break

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia akan menyelenggarakan Simposium Nasional IV Sistem Ekonomi Islam  dengan tema Strengthening Institutions on Islamic Economic pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 8-9 Oktober 2009 bertempat di Hotel Sahid Yogyakarta.

SIMPONAS IV Sistem Ekonomi Islam ini ditujukan untuk menghasilkan pemikiran akademis guna mengembangkan dan memperkuat pengkajian terhadap teori dan aplikasi sistem ekonomi Islam. Selain itu juga untuk memfokuskan pada upaya penguatan kelembagaan ekonomi Islam dengan baik dari pendekatan ekonomi, bisnis, pendekatan syariah, pendekatan hukum maupun pendekatan lainnya. Diharapkan simposium ini menghasilkan sumbangan pemikiran terhadap penyempurnaan sistem ekonomi Islam,  penguatan hukum dan perundangan, struktur kelembagaan bisnis, struktur kelembagaan sosial maupun pengembangan budaya, adat dan lembaga pendidikan ekonomi Islam.

Investasi Peserta :

Peserta Domestik sebesar Rp.500.000,- dan bagi peserta luar Indonesia sebesar US$35,-

Formulir pendaftaran silahkan download melalui www.p3ei.com  atau dapat diperoleh secara langsung di  kantor P3EI Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Jl. Ringroad Utara Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 dari hari Senin sampai Jum’at pukul 08.00 -14.00 Wib. telp.(0274) 881546, 883087, 885376 ext.1404

Email : simponas4_ekis@yahoo.comThisThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Person  kami:

Novi      : 081392370778

Yuli       : 081327096127   



Pengunduran Batas Penerimaan Abstrak Simposium Nasional IV Sistem Ekonomi Islam

13 07 2009

Batas penerimaan abstrak SIMPOSIUM NASIONAL IV SISTEM EKONOMI ISLAM "Strengthening Institutions on Islamic Economic" yang semula Jumat, 10 Juli 2009 diundur sampai dengan Sabtu, 25 Juli 2009 

Bagi peserta yang berminat mengajukan paper dimohon segera mengirimkan via e-mail: simponas4_ekis@yahoo.com atau melalui Kantor Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Jl. Ringroad Utara Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta 55383. Informasi selengkapnya dapat didownload pada link www.p3ei.com

Tlp. +62(0274) 881546, 883087, 885376 ext. 1404

Fax. +62(0274) 882589

CP      : Novi (081392370778)

          : Yuli (081327096127)   

 



Praktis dan Sistematis, Mahasiswa Ekonomi Islam Mengenal Asuransi Syariah

27 04 2009

Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) mengundang praktisi Muhammad Arief Hikmawan, SEI dari BNI Life Syari’ah dan Drs. Heri Sasono, MM dari Asuransi BUMIPUTERA 1912 Syari’ah Sabtu, 25 April 2009 pukul 09.00-13.00 WIB di Ruang Auditorium lantai 3 FTI UII Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang Km. 14,5. Sambutan Dekan FIAI UII Drs. M. H. Fajar Hidayanto, MM memberikan deskripsi singkat mengenai perkembangan Asuransi Syari’ah di Indonesia serta menginformasikan kepada audien bahwa Prodi Ekonomi Islam FIAI UII telah terakreditasi meraih peringkat nilai “B” dengan bobot nilai yang sangat gemuk yaitu 347.

Dengan suasana yang tenang Arief Hikmawan Sarjana Ekonomi Islam yang masih muda berusia 25 tahun lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta Program Studi Manajemen Syari’ah. Menurut Arief Asuransi Syari’ah merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana setiap peserta asuransi saling tolong-menolong apabila ada peserta yang mengalami musibah yang dipertanggungkan, dan perusahaan asuransi diberi amanah untuk mengelola pertanggungan asuransi. Dalam menangani risiko terjadinya musibah, perusahaan asuransi syari’ah bukan sebagai penanggung, namun peserta melakukan saling tanggung menanggung (risk sharing). Perusahaan hanya sebagai pengelola asuransi.

Premi Ta’awun atau yang disebut sebagai premi proteksi pada asuransi konvensional adalah untuk menolong peserta asuransi yang sedang menghadapi musibah, serta boleh pula digunakan untuk berbagi kebajikan lainnya. Uang yang dibayarkan oleh pemegang polis atau peserta asuransi secara tulus ilkhlas dan tidak untuk diminta kembali ditujukan untuk tolong menolong. Premi ta’awun bukan menjadi hak milik perusahaan. Bila perusahaan tidak lagi menjalankan usahanya, maka saldo dana ta’awun dikembalikan kepada umat untuk berbagi aktivitas kebjikan.

Terkait Konsep dasar premi, perlakuan atas setoran uang dari peserta kepada perusahaan lebih kepada iuran anggota (contribution) daripada sebagai pendapatan (income). Premi bukan menjadi pendapatan langsung perusahaan melainkan hasil pengelolaan dana premi tersebut yang sebenarnya menjadi pendapatan perusahaan (kecuali ujrah/fee yang diambil dari premi). Pendapatan perusahaan berasal dari remunerasi pengelolaan asuransi dan dari remunerasi pengelolaan investasi.

Sementara itu, praktisi Drs. Heri Sasono, MM dari Asuransi BUMIPUTERA 1912 Syari’ah mengemukakan bahwa asuransi dalam Islam itu mulia, mengapa demikian? Karena dalam asuransi telah menggunakan lima hal sebelum datangnya lima perkara (Hadist riwayat muslim) bahwasannya Muda sebelum tua, Sehat sebelum sakit, Kaya sebelum miskin, Lapang sebelum sempit dan Hidup sebelum mati. Kemudian pergunakan kekayaan yang menjelaskan perlindungan kehilangan untuk masa depan.

Menyediakan Perlindungan Harta, sangat mulia diterima dalam Islam. Namun ada tiga unsur yang dilarang yaitu: Maysir, Gharar dan Riba (Maghrib). Perjudian atau permainan untung-untungan (Maysir) dalam asuransi, bila perusahaan asuransi menyelenggarakan undian, maka tidak boleh mengakibatkan terjadinya pengurangan nilai premi peserta asuransi lain yang tidak memperoleh undian.

Gharar merupakan situasi di mana tedapat informasi yang kurang jelas sehingga terjadi ketidakpastian dari kedua belah pihak yang bertransaksi. Mengapa gharar dilarang? Karena pihak-pihak yang mengikat kontrak tidak mengikat kontrak tidak mengerti ketentuan atau konsekuesnsi kontrak tersebut. Hal ini menempatkan mereka pada posisi tawar yang tidak seimbang dan akibatnya mereka tidak bisa membuat keputusan yang jelas. Bila seandainya perusahaan asuransi menyatakan akan membayar klaim maksimal 20 hari sejak adanya kesepakatan mengenai jumlah klaim yang dibayar. Dalam hal ini terjadi unsur ketidakjelasan mengenai 20 hari apakah maksudnya 20 hari kerja (tidak memasukkan hari Sabtu, Minggu dan hari Libur) ataukah 20 hari kalender.

Riba dapat terjadi pada semua aktivitas pinjaman yang berdasarkan bunga. Penghasilan tetap pada deposito dalam bentuk konvensional agar sesuai dengan konsep syari’ah, asuransi tidak boleh mengandung atau melibatkan aktivitas riba di dalamnya.

Praktis dan sistematis Mahasiswa Ekonomi Islam telah mengenal bahkan memahami Asuransi Syari’ah secara ilmu pengetahuannya (knowledge) dan pengalamannya (experience) dari kedua praktisi tersebut. Oleh karenanya, Prodi Ekonomi Islam dalam waktu sebulan selama 12 bulan harus sering mengadakan Class Refresh untuk menambah informasi dan referensi serta pengalaman secara eksternal terhadap mahasiswa ekonomi Islam FIAI UII. bila kita perhatikan, saat ini kebutuhan pasar Lembaga Keuangan Syariah (LKS) baik perbankan dan non perbankan, Asuransi Syariah dan juga Pasar Modal Syariah sedang membutuhkan Sarjana Ekonomi Islam (SEI) yang siap pakai. Jelas staf Pengajar Ekonomi Islam Yudho Prabowo, SEI.



Pertama Kali Mengajukan Akreditasi, Prodi Ekonomi Islam UII raih nilai “B” (gemuk)

8 04 2009

Berkat doa, usaha, kerjasama dan kerja keras yang sungguh-sungguh, Alhamdulillah, pertama kali Program Studi Ekonomi Islam FIAI UII mengajukan akreditasi, langsung meraih peringkat nilai “B” dengan bobot nilai yang sangat gemuk yaitu 347 dari skor maksimum 400. Jika diskor, dari 88 Perguruan Tinggi yang mengajukan status Akreditasi pada periode yang sama, Program Studi Ekonomi Islam FIAI UII masuk peringkat 10 besar nilai tertinggi, tepatnya peringkat ke 9. Hasil ini berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor: 001/BAN-PT/Ak-XII/S1/III/2009 tentang Status, Peringkat dan Hasil Akreditasi Program Sarjana di Perguruan Tinggi. Surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua BAN–PT Kamanto Sunarto. Hal tersebut berlaku untuk jangka waktu lima tahun atau hingga 2014.

Menanggapi hal ini, Ketua Prodi Ekonomi Islam FIAI-UII Nurkholis, S.Ag, M.Sh. Ec, Puji syukur alhamdulillah, ini merupakan keberhasilan usaha dan doa kita bersama seluruh warga UII umumnya dan Prodi Ekonomi Islam FIAI pada khususnya, karena pada prinsipnya, manusia adalah harus berusaha, berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin, setelah itu bertawakkal untuk hasil yang akan diperolehnya. Alhamdulillah berkat inayah dan rahmat Allah SWT, akreditasi yang diperoleh sesuai dengan harapan. Hasil ini juga memberikan gambaran pada masyarakat bahwa pengelolaan program studi di UII pada umumnya sudah on the track, terbukti walau prodi ekonomi Islam baru pertama kali (memang berdasar peraturan yang berlaku, baru boleh mengajukan pada tahun 2008 kemarin) mengajukan akreditasi, akan tetapi langsung mendapat nilai B yang “sangat gemuk”. Semoga dengan hasil ini, masyarakat semakin percaya untuk bergabung menempuh pendidikan di UII, menjadi keluarga besar UII. Semoga UII juga semakin hari semakin baik, selalu lebih baik.

Sekretaris Prodi Ekonomi Islam, Uzaifah, SEI menanggapi ini merupakan pencapaian yang membahagiakan, mengingat proses pengajuan yang panjang. Persiapan pengajuan sudah dimulai sejak April 2007 dan semua berkas baru terkirim Juni 2008. Panjangnya persiapan ini tidak menjadi permasalahan lagi mengingat hasil yang memuaskan. Mengapa memuaskan? Jawabannya adalah karena sebagai Program Studi yang baru berdiri pada tahun 2003, Ekonomi Islam sudah berhasil menunjukan kualitasnya sebagai upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan kecerdasan rakyat.

Terlepas dari proses dan hasil yang didapat, tidak akan ada artinya apabila kepercayaan pemerintah yang diinterpretasikan melalui status akreditasi yang diberikan tidak dijaga sebaik mungkin. Ke depan, Prodi Ekonomi Islam akan berusaha terus meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga kualitas alumni meningkat dan mampu memberikan kualitas terbaiknya bagi kemajuan bangsa melalui kegiatan ekonominya.

Menyangkut aspek yang belum optimal terhadap Prodi Ekonomi Islam FIAI-UII adalah jumlah dosen tetap, jumlah penelitian, dan animo mahasiswa yang masih belum menunjukkan angka ideal, walau dalam 3 tahun terakhir selalu ada peningkatan animo dan jumlah mahasiswa yang diterima dibanding sebelumnya. Akan tetapi masih belum ideal.

Standar akreditasi dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan mutu dan kelayakan Prodi Ekonomi Islam. Langkah-langkah strategis ke depan untuk mewujudkan peringkat A, Prodi Ekonomi Islam perlu memperbaiki atau mengevaluasi yang belum terasa optimal agar kualitas atau mutu dapat terwujud dengan baik, memberikan polesan untuk meningkatkan kredibilitas Prodi Ekonomi Islam FIAI-UII serta diharapkan mewujudkan output result and impact lulusan atau sarjana yang berguna memiliki kompetensi sesuai dengan gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI) yang mampu menonjol dalam analisis ekonomi dan analisis syariah fiqh terhadap ekonomi. jelas Yudho Prabowo, SEI 



Mahasiswa Ekonomi Islam, Finalis LKTEI TEMILNAS VIII FoSSEI 2009 - Bali Wakili FIAI UII

4 03 2009

Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) VIII 2009, nama M. Maulana Hamzah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), UII terpilih sebagai 7 finalis Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTEI) TEMILNAS VIII 2009. Acara yang didesain sebagai pertemuan ilmiah dalam koridor silaturahim dengan maksud diantaranya untuk menawarkan wacana, media diskusi, media kajian, media pembangunan pengetahuan (building knowledge), media berbagi pengalaman (sharing information and experiences) di bidang ekonomi dan keuangan Islam.

Maulana lolos ke babak final setelah berhasil menyisihkan 120 peserta calon LKTEI pada babak penyisihan yang diselenggarakan pada bulan Januari – Februari  di Sekretariat KSEI ICON, Denpasar – Bali. Penyaringan pada babak penyisihan menggunakan Karya Tulis yang membahas berbagai problematika dengan tema ”Pendidikan Ekonomi Islam untuk Masa Depan Indonesia”. Presentasi 7 finalis Karya Tulis Ilmiah terbaik akan dilaksanakan Jumat, 6 Maret 2009, waktu 13.00 s.d. 18.30 WITA bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana.   
 
Dengan harapan mendapatkan juara tingkat Nasional, kemarin hari Selasa, tanggal 3 Maret 2009 Prodi Ekonomi Islam langsung menggelar rapat koordinasi dan persiapan latihan presentasi kepada Maulana bersama Dekan FIAI-UII, M. Fajar Hidayanto, Drs., MM, Ketua Program Studi Ekonomi Islam FIAI-UII, Nurkholis, S.Ag, M.Sh. Ec dan Staf Prodi Ekonomi Islam, Yudho Prabowo, SEI, Uzaifah, SEI dan Mila Sartikia, SEI di ruang sidang Gedung FIAI. Nurkholis, S.Ag, M.Sh. Ec selalu support bahkan hari Senin, tanggal 2 Maret 2009 yang kemudian dilanjutkan Selasa tanggal 3 Maret 2009 Maulana dilatih bagaimana saat melakukan presentasi dan menyampaikan ide sehingga membuat audience atau penonton dan dewan juri mengerti apa yang disampaikan. Dekan Menginginkan agar mahasiswa Prodi Ekonomi Islam selalu aktif dalam forum-forum tersebut.

Kesuksesan dapat dibangun dari potensi yang dimiliki pada pribadi seseorang dan selalu positive thinking dalam belajar dan mengerjakan apa yang sedang dikerjakan. Menulis itu susah namun kalau ada inspirasi, kemauan, latihan dan kerja keras pasti bisa tercapai, ungkap Maulana Mahasiswa ekonomi Islam angkatan 2007.



Prodi Ekonomi Islam FIAI-UII Siapkan Akreditasi

13 02 2009

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan melakukan penilaian Akreditasi kepada Program Studi Ekonomi Islam FIAI-UII. Ini  adalah untuk pertama kalinya bagi Prodi Ekonomi Islam di tahun 2009. BAN-PT menugaskan kepada Tim Asesor, Saiful Akhyar Lubis, Prof., Dr., MA dari IAIN Sumatra Utara dan H.M. Chabachib, Dr., M.Si., Akt dari UNDIP untuk mengunjungi dan melakukan penilaian Akreditasi pada Program Studi Ekonomi Islam FIAI yang terletak di Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta tepatnya tanggal 16-18 Februari 2009.
 
Untuk persiapan ini, kemarin hari Selasa, tanggal 10 Februari 2009 Prodi Ekonomi Islam langsung menggelar rapat koordinasi bersama Dekan FIAI-UII, M. Fajar Hidayanto, Drs., MM, Gumbolo HS, Ir., M.Sc, dan Ketua Program Studi Ekonomi Islam FIAI-UII, Nurkholis, S.Ag, M.Sh. Ec serta Staf Prodi Ekonomi Islam, Yudho Prabowo, SEI, Uzaifah, SEI dan Mila Sartikia, SEI di ruang sidang Gedung FIAI. Dalam rapat tersebut, Gumbolo HS, Ir., M.Sc mengarahkan dan menjelaskan secara singkat mengenai teknis yang berdasarkan pada rincian kriteria atau indikator yang telah ditetapkan oleh BAN-PT, kurang lebih ada 15 kriteria yang harus dipatuhi. ”Seperti halnya data fisik dan portofolio yang terkait dengan Borang, tracer study, bukti penelitian atau karya ilmiah dosen ekonomi Islam, kepangkatan dosen ekonomi Islam dan kurikulum dsb” jelas Gumbolo HS, Ir., M.Sc, Staf Pengajar FTI-UII.  

Nilai  yang diperoleh apakah A, B atau C, itu tergantung penilaian dari Tim Asesor BAN-PT. Kalau dari alumni dan mahasiswa ekonomi Islam berharap mendapatkan nilai A. Namun, jika mendapatkan nilai A, itu merupakan bahwa Prodi Ekonomi Islam FIAI-UII memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Gumbolo HS, Ir., M.Sc yang telah memberi pengalaman kepada Prodi Ekonomi Islam FIAI dan juga mengarahkan untuk mengecek kembali beberapa dokumen atau data. Begitu pula Kami mohon doanya agar prodi ini diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan oleh Allah SWT.  



Seimbang antara ilmu ekonomi dengan ilmu fiqh

5 02 2009

Jumat, 1 Februari 2009, sebanyak 6 orang dosen Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung melakukan kunjungan ke Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam UII. Peserta kunjungan datang 1 jam lebih awal dari jadwal yang direncanakan, yaitu pukul 09.00 WIB, menurut rencana akan diterima pukul 10.00 WIB. Para tamu diterima oleh Ketua Program Studi Ekonomi Islam FIAI-UII, Nur Kholis, S.Ag, M.Sh.Ec di ruang sidang Gedung FIAI, didampingi oleh Wakil Dekan FIAI –UII, Drs. A.F. Djunaidi, M.Ag dan staf prodi ekonomi Islam, Yudho Prabowo, SEI, dan Uzaifah, SEI. Pada acara tersebut Drs. A.F. Djunaidi M.Ag, memberikan informasi umum mengenai sejarah berdirinya jurusan Ekonomi Islam di FIAI UII, sementara Nur Kholis, S.Ag, M.Sh.Ec menjelaskan tentang kurikulum, mata kuliah dan pengajar atau dosen yang ada di Program Studi Ekonomi Islam serta mekanisme pembelajaran yang berlangsung selama ini.

Read the rest of this entry »



Hello world!

28 01 2009

Welcome to Staff UII Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!